Tampilkan postingan dengan label kisah hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah hikmah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Mei 2011

Keteguhan Siti Masyitoh

“Apa,   di dalam kerajaanku sendiri  ada pengikut Musa?” Teriak Fir’aun dengan amarah yang membara setelah  mendengar cerita putrinya perihal  keimanan  Siti Masyitoh.

Hal ini  bermula ketika suatu hari Siti  Masyitoh sedang menyisir rambut  putri Fir’aun, tiba-tiba sisir itu  terjatuh, seketika Siti Masyitoh  mengucap Astagfirullah. Sehingga  terbongkarlah keimanan Siti Masyitoh  yang selama  ini disembunyikannya.

Senin, 18 April 2011

Kisah Ibu dan Semangkuk Bakmi

Malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya . karena sangat marah Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Setelah lama berjalan, Ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

Minggu, 30 Januari 2011

Sang Maha Pembolak - balik Hati

  • Sepuluh tahun lalu si cantik, sebut saja begitu, selalu meludah di depan muka setiap anak-anak aktivis Rohis (kerohanian Islam) di sekolahku.

    Baginya, sosok berkerudung lebar seperti teman-teman kita tersebut adalah 'kaum sok suci' yang selalu membatasi kebebasan berekspresi, padahal masih remaja, 'masih bebas donk', begitu pikirnya.

    Juga pernah dari lidahnya keluar cacian bahwa seorang teman terkena sakit cacar karena penyakit kulit yang tertular dari teman yang menutup aurat itu. Astaghfirrulloh.

Selasa, 21 Desember 2010

Kisah Istri Kecanduan Chatting



Kisah ini terjadi di Lebanon berdasarkan apa yang saya dengar lewat kajian bersama ustadz di majelis ilmu syar’i … Ustadz menguraikan kisah ini agar bisa menjadi perhatian bagi muslimah di sini (Sydney) agar mereka berhati-hati terhadap chatting ini dan tidak melayani sapaan dari laki-laki yang suka iseng menggoda lewat chatting ini…

Selasa, 23 November 2010

Sayap Yang Kerdil

Ini adalah kisah yang dialami oleh sebuah keluarga burung. Si induk menetaskan beberapa telor menjadi burung-burung kecil yang indah dan sehat. Si induk pun sangat bahagia dan merawat mereka semua dengan penuh kasih sayang.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Burung-burung kecil inipun mulai dapat bergerak lincah. Mereka mulai belajar mengepakkan sayap, mencari-cari makanan untuk kemudian mematuknya.

Senin, 18 Oktober 2010

Merenungi Matahari Terbenam

Kisah Bijaksana ini ditulis oleh Paulo Coelho



***

Tiga orang yang sedang berjalan dengan sebuah kafilah kecil melihat seorang manusia sedang merenungi matahari terbenam di puncak gunung gurun sahara.

“Mungkin itu adalah seorang pengembala yang telah kehilangan domba dan sedang mencari dombanya,” kata orang pertama.

Minggu, 10 Oktober 2010

Kekayaan Kesuksesan Dan Cinta

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.

     Wanita itu berkata,
" Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut.

Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, " Apakah suamimu sudah pulang ?

Selasa, 28 September 2010

Hidup Untuk Memberi

Disuatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan disebuah lampu merah perempatan jalan di Jakarta .

Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut ,ia menyapa akrab setiap orang, dari Tukang koran , Penyapu jalan, Tuna wisma sampai Pak polisi.

Pemandangan ini membuatku tertarik, pikiran ku langsung melayang membayangkan apa yang diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya, apakah dia berjualan ?

Jumat, 24 September 2010

Anwar dan si Burung kecil

Ketika Anwar sedang berjalan pulang dari sekolah, hujan mulai turun sangat lebat.

Setelah makan malam, sebelum memulai pekerjaan rumahnya, dia bertanya kepada ibunya apakah dia boleh melihat hujan dulu sebentar.
Ibu bilang bahwa Anwar boleh melihatnya sebentar saja.

Anwar melihat ke jendela dan mulai memperhatikan hujan yang turun di luar.
Ada orang berjalan di jalanan dengan memakai payung, dan yang tidak mempunyai payung merapatkan diri mereka ke bangunan.

Tak lama kemudian, gumpalan hujan mulai terbentuk di mana-mana.
Mobil yang lewat memuncratkan air ke sisi jalan dan orang berlarian dari pemberhentian agar tidak kebasahan.

Kisah Muallaf

Saya mengakhiri tugas di organisasi pendidikan Maryland dengan kedudukan sebagai Ketua Departemen Matematika
untuk kemudian bergabung dengan Sekolah Islam Seattle, sebagai Kepala Sekolah.

Kathy bertugas sebagai sekretaris di sekolah ini, ia juga aktif sebagai seorang pekerja sosial Muslimah di lingkungannya. Ia memeluk Islam secara unik
yang di jalaninya sendiri.

Berikut ini adalah kisah yang diceritakannya kepada saya:

Kisah Kakek Usman Dan Cucunya

Segera setelah Idris pulang dari sekolah,
dia berlari menuju kakeknya dan menanyakan sesuatu yang ada di pikirannya.

“Kakek,” katanya, “Idris ingin menanyakan sesuatu.”

“Apa itu, Idris?” tanya Kakek Usman.

“Kakek, di dalam bis, seorang kakak perempuan menyampaikan kepada temannya betapa pentingnya kesabaran,
dan bagaimana kesabaran yang sejati seharusnya sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an.

Dapatkah Kakek ceritakan kepada Idris apa artinya itu?”

Selasa, 21 September 2010

Gusti Allah tidak "nDeso"

Gusti Allah Tidak “nDeso”
Oleh: Emha Ainun Nadjib

Suatu kali Emha Ainun Nadjib ditodong pertanyaan beruntun.
“Cak Nun,”
kata sang penanya, “misalnya pada waktu bersamaan
tiba-tiba sampeyan
menghadapi tiga pilihan, yang harus dipilih salah satu:
pergi ke masjid untuk
shalat Jumat, mengantar pacar berenang, atau mengantar
tukang becak miskin ke
rumah sakit akibat tabrak lari, mana yang sampeyan pilih?”

Jumat, 12 Maret 2010

kisah sandal jepit dan sepatu

Di sebuah toko sepatu dikawasan perbelanjaan mewah di sebuah kota nampak di etalase sebuah sepatu nan anggun, diterangi oleh lampu nan indah.

Dari tadi dia nampak jumawa dengan posisinya. Sesekali dia menoleh kekiri dan kekanan untuk memamerkan kemolekan designnya, haknya yang tinggi dengan warna coklat tua smakin menambah kemolekan yang dimilikinya.

Pada saat istirahat, seorang pramuniaga yang akan makan siang meletakan sepasang sandal jepit, tak jauh dari letak sang sepatu,
Kumpulan cerpen, kisah hikmah, kisah teladan, cerita islami, humor sufi, tauziah dan lain-lain semua terangkum dalam Cerita Kehidupan tersaji untuk anda, dan Selamat Membaca