Lalu kuceritakan semua kejadian sampai ke hal terkecil sekalipun.''Terus mau dikubur dimana lagi mayat ayah, kak?'' desak Sukamto. Mendengar pertanyaan adikku, kedua mataku langsung terbelalak lebar.
''Kenapa kau bertanya demikian? Kau tahu, dikubur di pekuburan umum manapun atau di Mbayong, ayah tetap mendapat resiko dari perbuatannya di masa hidupnya. Nah, jika kedua-duanya mengandung resiko, lalu apa artinya kita menguburkannya di pekuburan Mbayong? Itu sama halnya dengan menyerahkan jiwa raga ayah kepada para siluman, bukan?
